Sabtu, 17 November 2012

GASPI


       
            GASPI
        Gabungaan Silat Pemuda Islam
  Banjaranyar paciran lamongan

  

   GASPI didirikan pada thn 1972 yang di dirikan oleh 3 tokoh NU, beliau yaitu:
1) Mbah Abu dari lirboyo kediri
2) Mbah mail dari tebu ireng jombang
3) KH.Abdul Ghofur pengasuh pp.sunan drajat paciran lamongan.

Guru besar GASPI adalah Ustd. Sumarno HS.
 
GASPI (Gabungan Silat Pemuda Islam) adalah satu kesenian yang dibentuk pengasuh untuk mengembangkan ajaran agama Islam di daerah Lamongan kususnya di daerah pantura lamongan tepatnya di kecamatan Paciran. Ini adalah salah satu upaya untuk mendirikan kembali pondok pesantren peninggalan kanjeng Sunan Drajat (Raden Qosim) yang  hampir mati atau hilang. Dengan cara inilah pondok pesantren sunan drajat dapat berdiri kembali dan memiliki banyak santri   hingga sekarang yang kurang lebih terdapat 9000 santri.
GASPI (Gabungan Silat Pemuda Islam) atau seni bela diri silat yang di dalamnya terdapat ilmu tenaga dalam atau dalam bahasa jawaKANURAGAN“, tetapi yang ditekankan dalam ilmu bela diri tersebut bukanlah ilmu tenaga dalamnya melainkan “Dakwah Islamiyah/menjalin ukhuwah islamiyah”, Disini mereka dibimbing, Dibina, Dan dilatih agar menjadi kesatria yang berjiwa islamiyah, Yang bisa dijadikan ujung tombak dimasyarakat.

   Pada sakral gaspi mempunyai 6 lubang yang berartikan :

1) Menjalin ukhwah islamiyah.
2) Mendidik pesilat yang berjiwa islami.
3) Penyeimbang antara jasmani dan rohani.
4) Melestarikan budaya asli indonesia.
5) Olahraga.
6) Beladiri.

 
1. Menjalin ukhwah islamiyah.
Kenapa GASPI lebih menekenkan kepada silaturahmi, karena GASPI adalah salah satu ilmu bela diri yang digunakan sebagai metode dakwah islam. Pada saat KH Abdul Ghafur pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat berjuang mendirikan kembali Pondok yang hampir mati ditelan peradaban karena moralitas masyarakat yang minim. Beliau mendirikan GASPI agar masyarakat belajar silat dan didalam pengajaran silat tersebut disisipkan ilmu-ilmu keagamaan untuk menata moral para pesilat dan setelah selesai latihan silat para pesilat diajak mengambil pasir di pantai untuk membangun sedikit demi sedikit Pondok peninggalan WALI atau kanjeng Sunan Drajat tersebut agar bisa berdiri kembali untuk menyiarkan agama Islam.

2. Melestarikan budaya asli Indonesia.
GASPI sangat menjunjung budaya-budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, karena salah satu faktor berkembangnya Islam di Indonesia berkat siar agama Sunan Kali Jogo yang menggunakan media Seni & Budaya. Dan agar budaya di indonesia tetap terjaga keaslianya tanpa sa pihak-pihak lain yang mengakui budaya kita. 

3. Memperimbang kekuatan jasmani dan rohani.
GASPI bukan hanya mempelajari ilmu tentang silat tapi GASPI juga mengajarkan Ilmu Tenaga Dalam yang juga dikenal dengan KANURAGAN (sebutan jawa).

4. Mendidik  pesilat yang berjiwa islamiyah.
GASPI juga mengajarkan nilai-nilai filosofi keagamaan agar para santri atau pesilat tidak sombong akan ilmunya karena semua ilmu datangnya dari Sang kholiq yakni Allah SWT.

5. Sebagai olahraga
Tujuan kelima pada adalah sebagai olahraga, agar para santri yang jarang berolahraga dikarenakan tidak banyaknya waktu untuk olahraga mereka selalu memelajari agama terus-menerus, jadi selain mereka belajar tentang agama mereka juga bisa berolahraga agar badan mereka tetap sehat jasmani maupun rohani 

6. Sebagai membela diri.
Banyak pertanyaan yang muncul dari tujuan GASPI yang ke-enam, Kenapa tujuan membela diri dijadikan tujuan yang terakhir padahal kita tahu apabila seseorang mempelajari silat pastinya untuk membela dirinya, Tapi GASPI tidak demikian GASPI lebih menjunjung nilai-nilai filosofi keagamaan.

Itulah sekilas tentang tujuan didirikanya GASPI (Gabungan Silat Pemuda Islam) yang pernah ada dan akan selalu ada di tengah-tengah masyarakat guna mensiarkan agama yang diridhoi Allah yakni agama ISLAM.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar